was successfully added to your cart.

Keranjang

CPNS Ristekdikti

By Oktober 9, 2018 November 6th, 2019 Informasi CPNS
CPNS Ristekdikti

CPNS Ristekdikti

 

CPNS Ristekdikti – Pendaftaran CPNS 2018 Kementerian Riset, Teknologi dan PT (Kemenristekdikti) di situs https://sscn.bkn.go.id telah dibuka mulai Rabu 26 September 2018. Seperti diketahui, Kementerian Riset, Teknologi dan PT (Kemenristekdikti) yang dipimpin oleh Menteri Mohammad Nasir ini membuka 9.692 formasi lowongan untuk CPNS 2018.

Sebelum melakukan pendaftaran, pelamar diwajibkan untuk membaca petunjuk, syarat, dan tata cara pendaftaran CPNS 2018 di Kementerian Riset, Teknologi dan PT (Kemenristekdikti) di website SSCN atau di https://cpns.ristekdikti.go.id/.

CPNS Ristekdikti

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau, para pelamar CPNS untuk membaca dan memahami semua petunjuk yang ada sebelum benar-benar melakukan pendaftaran. Alasannya pelamar hanya bisa melakukan satu kali pendaftaran pada satu formasi dan jabatan sesuai kualifikasi pendidikan di Kementerian Riset, Teknologi dan PT (Kemenristekdikti).

Apabila pelamar sudah menentukan pilihan jabatan dan formasi di lowongan CPNS Kementerian Riset, Teknologi dan PT (Kemenristekdikti) maka langkah selanjutnya adalah melakukan registrasi di https://sscn.bkn.go.id.

BKN juga menyarankan kepada pelamar CPNS 2018 untuk melakukan pendaftaran di situs web https://sscn.bkn.go.id menggunakan laptop atau PC (personal computer) dibandingkan dengan smartphone. Tujuannya untuk menghindari kesalahan memasukkan data.

PERSYARATAN UMUM

  • Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • Sehat Jasmani dan Rohani;
  • Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya;
  • Berkelakuan baik dan tidak pernah dipenjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Anggota Polri atau TNI;
  • Tidak berkedudukan sebagai CPNS atau PNS atau Anggota Polri atau TNI;
  • Berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat pelamaran;
  • Tidak sedang menempuh pendidikan dan/atau pelatihan, dengan memperoleh beasiswa dengan perjanjian ikatan dinas/wajib kerja; dan
  • Tidak sedang menjalani ikatan dinas/wajib kerja dengan institusi/lembaga/perusahaan/perguruan tinggi; dan
  • Tidak terafiliasi pada ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

PERSYARATAN KHUSUS

Formasi Umum

Memiliki kualifikasi pendidikan baik jenjang pendidikan maupun program studi yang sesuai dengan persyaratan jabatan, yang dibuktikan dengan fotokopi/salinan sah ijazah, dengan ketentuan:

  • Untuk lulusan perguruan tinggi dalam negeri, program studi telah terakreditasi oleh BAN-PT pada saat kelulusan.
  • Untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri, telah memperoleh penyetaraan ijazah dari pejabat yang berwenang (Eks Direktorat Jenderal DIKTI Kemdikbud atau Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti).

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ijazah:

  • Untuk formasi jabatan Dosen, minimal 3,00 (tiga koma nol) skala 4,00 (empat koma nol) dibuktikan dengan transkrip nilai yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang (serendah-rendahnya Dekan atau yang sederajat).

Formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude)

Memiliki kualifikasi pendidikan baik jenjang pendidikan maupun program studi yang sesuai dengan persyaratan jabatan, yang dibuktikan dengan fotokopi/salinan sah ijazah, dengan ketentuan:

  • Untuk lulusan perguruan tinggi dalam negeri, berasal dari perguruan tinggi terakreditasi A/Unggul dan program studi terakreditasi A/Unggul oleh BAN-PT pada saat kelulusan. Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude) dibuktikan dengan keterangan Dengan Pujian (Cumlaude) pada ijazah atau transkrip nilai.
  • Untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri, telah memperoleh penyetaraan ijazah dari pejabat yang berwenang (Eks Ditjen DIKTI Kemdikbud atau Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti).

Khusus untuk lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri, wajib melampirkan surat keterangan yang menyatakan yang bersangkutan lulus dengan predikat lulusan terbaik berpredikat dengan pujian (cumlaude) dari Direktur Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti.

TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI

  1. TAHAPAN SELEKSI
  1. Seleksi Administrasi
    1. Pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi apabila memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka romawi II dan III;
    2. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi diumumkan di laman https://sscn.bkn.go.id dan https://cpns.ristekdikti.go.id pada tanggal 18 Oktober 2018;
    3. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar.
  2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
    1. SKD dilaksanakan dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT);
    2. SKD dilaksanakan di lokasi sesuai wilayah yang dipilih pelamar pada saat melakukan pendaftaran online;
    3. Materi SKD terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP);
    4. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus SKD paling banyak 3 (tiga) kali jumlah formasi;
    5. Dalam hal tidak ada pelamar formasi khusus yang lulus SKD, maka alokasi formasi khusus tersebut ditambahkan ke formasi umum pada jabatan, kualifikasi pendidikan, dan rencana penempatan yang sama;
    6. Kelulusan SKD didasarkan pada nilai ambang batas (passing grade) yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018;
    7. Pelamar yang dinyatakan lulus SKD berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
  3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
    1. SKB untuk jabatan Dosen terdiri dari:
      1. 1) Praktik mengajar dengan bobot 25%;
      2. 2) Wawancara dengan bobot 20%;
      3. 3) Tes Potensi Akademik sesuai dengan kualifikasi pendidikan dengan bobot 40%;
      4. 4) Tes kesehatan dengan bobot 15%.
    2. Informasi terkait media yang digunakan untuk pelaksanaan tes potensi akademik SKB akan disampaikan kemudian.
    3. SKB dilaksanakan di Unit Kerja penempatan yang dituju (Unit Utama/ PTN/L2Dikti).

Sekian artikel mengenai CPNS Ristekdikti. Semoga bermanfaat …

CPNS Ristekdikti

Leave a Reply

1
Hallo..... Ada yang bisa kami bantu ? :)
Powered by